Motivation Letter

Mencintai Diri Sendiri


 


“Bagaimana caranya supaya saya bisa mencintai diri saya sendiri?”

“Apa yang harus saya cintai dari diri saya yang seperti ini?”

“Memangnya apa yang saya miliki sehingga saya bisa mencintai diri saya sendiri?


Pertanyaan-pertanyaan itulah yang seringkali muncul dalam pikiran saya saat orang-orang mengatakan tentang mencintai diri sendiri. Saya seringkali merasa bahwa diri saya belum cukup baik jika dibandingkan dengan orang-orang diluar sana, saya merasa bahwa saya kurang cantik, saya kurang pintar, warna kulit saya kurang cerah, badan saya kurang kurus, hidung saya kurang mancung, dll. Dari perasaan selalu kurang tersebut saya berusaha untuk “meng-upgrade” diri saya ke versi yang “lebih baik”. saya berusaha meraih standar kecantikan menurut orang-orang dengan memakai berbagai macam produk perawatan kulit dengan label “whitening” untuk mendapatkan kulit yang cerah, saya rela menahan lapar demi mendapatkan berat badan yang saya idamkan padahal berat badan saya masih dalam batas "ideal". 



Sampai pada suatu titik saya berpikir  “apa yang sebenarnya berusaha saya capai dari semua usaha saya ini? Apa saya memang harus “menderita” sedemikian rupa supaya bisa mencintai diri saya sendiri? Lalu setelah saya meraih apa yang saya impikan apa saya bisa mencintai diri saya sendiri?” Semua usaha yang saya lakukan membuat saya merasa tidak menjadi diri sendiri, saya terlalu berusaha menjadi seperti orang lain sampai saya tidak pernah merasa cukup akan diri saya sendiri. Saya berusaha mencari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul di pikiran saya, sampai akhirnya saya menyadari bahwa saya harus mulai belajar untuk menyayangi diri saya sendiri untuk bisa bahagia dan menjadi lebih percaya diri.


Dari pengalaman saya, untuk bisa menyayangi diri sendiri, hal pertama yang harus saya lakukan adalah menerima dan memahami diri sendiri. Saya mencoba berdamai dengan dengan diri sendiri, semua yang ada pada diri saya; kekurangan dan semua kelebihan yang ada, saya berusaha menerimanya. Saya akui bukanlah hal yang mudah berdamai dengan diri sendiri, tapi saya mulai dari mencoba untuk berhenti membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain karena semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saya selalu mengingat bahwa tidak ada satu orangpun di dunia ini yang seperti saya, semua orang diciptakan berbeda-beda dengan keunikannya masing-masing, bahkan saya dengan orang-orang terdekat saya tidaklah sama. Saya selalu mengingat bahwa tidak ada yang bisa menjadi saya, begitu juga saya tidak akan bisa menjadi orang lain. Saya tidak perlu menjadi orang lain untuk mencintai diri saya sendiri, saya tidak perlu memiliki apa yang dimiliki orang lain untuk mencintai diri saya sendiri. Saya menanamkan dalam pikiran saya bahwa saya tidak perlu mengubah apapun dari diri saya, apa yang ada pada diri saya sekarang ini sudah cukup. I’m enough!


Hal lain yang saya lakukan untuk bisa menyayangi diri sendiri adalah mengatakan pada diri saya bahwa saya berharga, tidak kurang berharganya dari orang lain. Semua kekurangan yang ada pada diri saya tidak semerta-merta membuat saya kurang berharga dari orang. Bahkan, kekurangan saya lah yang membuat saya berbeda dari orang lain dan kekurangan itu yang menjadikan saya unik. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi saya untuk merasa rendah diri because I’m worthy



Mengenai menjadi versi terbaik dari diri saya, saya menyadari bahwa hal tersebut bukan berarti saya harus hidup sesuai dengan keinginan orang lain atau menjadi seperti apa yang orang lain inginkan, melainkan dengan meraih apa yang menjadi visi saya dan menjalani hidup seperti yang saya inginkan berarti saya sudah menjadi versi terbaik dari diri saya. Jadi daripada membuang energi untuk menjadi seperti yang orang lain inginkan, saya berusaha meraih visi saya dan menjalani hidup saya dengan baik.


Menyayangi diri sendiri bukan berarti saya tidak perlu merawat diri dan membiarkan diri saya tidak terawat, tetapi saya harus merawat diri karena saya menyadari bahwa tubuh saya berharga. Saya merawat wajah dan tubuh saya, tapi bukan lagi karena dibayangi oleh orang lain yang kulitnya cerah. Saya berolahraga supaya sehat secara jasmani dan rohani, bukan supaya memiliki tubuh ramping seperti model. Menyayangi diri sendiri juga bukan berarti menjadi egois dan selalu mementingkan diri sendiri, tetapi arti dari menyayangi diri sendiri adalah saat saya bisa mensyukuri apa yang ada dalam diri saya dan berusaha untuk merawatnya.



Setelah bisa mencintai diri sendiri, saya merasa lebih percaya diri dan bahagia. Saya merasa ringan dalam menjalani kehidupan saya, saya lebih mudah bersosialisasi dengan orang lain. Mencintai diri sendiri juga menjauhkan saya dari stres dan beban pikiran, sehingga saya bisa menjadi lebih produktif dalam menjalani hidup saya. Jadi, melimpahkan rasa sayang dan cinta kepada diri sendiri adalah suatu keharusan.







Komentar